Nasib UMKM di BaliNasib UMKM di Bali

Denpasar, SuaraRestorasi.com – Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan kembali status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 di Pulau Jawa – Bali sejak Selasa (7/9/2021) hingga Senin (13/9/2021). Tidak dipungkiri hal ini akan berdampak pada sektor bisnis khususnya keberlangsungan UMKM di Indonesia.

Anggota DPRD Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si mengungkapkan bahwa dalam situasi pandemi ini, banyak UMKM yang mengalami kondisi yang sulit bahkan tidak jarang yang harus segera mengakhiri bisnisnya. “Dalam situasi pandemi, banyak UMKM yang sedang mengalami kondisi yang sulit bahkan harus gulung tikar. Hampir semua sektor bisnis terkena imbas dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Politisi partai NasDem ini juga menekankan peran pemerintah dalam membantu UMKM khususnya di Provinsi Bali di tengah pandemi Covid-19. Wayan Gatra menegaskan pemerintah untuk dapat memberikan bantuan pendampingan berupa teknologi dan modal.

“PPKM sangat membatasi gerak para UMKM, oleh karena itu disini peranan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan support bagi UMKM,  berupa bantuan pendampingan berupa teknologi maupun modal, yang mana sebenarnya sudah dilakukan melaui bantuan modal berupa BLT kpd para UMKM, meskipun belum semua UMKM mendapatkan bantuan BLT tersebut, “ terang Wayan Gatra kepada Tim Suara Restorasi.

Drs. I Wayan Gatra, M.Si
Anggota DPRD Kota Denpasar

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Wayan Gatra menyarankan seluruh UMKM untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan data kepada instansi terkait, sehingga seluruh UMKM bisa mendapatkan bantuan BLT dari pemerintah. “Dalam hal ini peranan Disperindag dan Dinas Koperasi sangat dibutuhkan untuk bisa menjembatani UMKM dengan instansi pengumpul data terkait bantuan BLT untuk para UMKM,” jelas Wayan Gatra.

Selain bantuan BLT dari pemerintah, Wayan Gatra juga mengatakan bahwa saat ini hal yang terpenting bagi UMKM adalah berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam mencari peluang-peluang bisnis baru yang menguntungkan.

“Saat ini pelaku UMKM dituntut harus  bisa melihat peluang-peluang baru yang bisa dilakukan untuk dapat  bertahan hidup. Tanpa adanya kreatifitas dan inovasi sangat sulit bagi UMKM untuk bisa bertahan hidup,” tukas Wayan Gatra.

Selaku Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Gatra mengungkapkan bahwa DPRD Kota Denpasar telah melakukan hearing/ rapat kerja dengan Dinas Perindag dan Dinas Koperasi untuk dapat dilakukannya pembinaan dan pendampingan kepada UMKM agar dapat menemukan jalan keluar terhadap pemasalahan yang dihadapi oleh UMKM di masa pandemi ini.

Disamping itu, DPRD Kota Denpasar akan terus medorong Pemerintah Kota Denpasar untuk menyiapkan anggaran stimulus untuk para UMKM berupa bantuan modal dan pendampingan di bidang pemasaran dengan pemanfaatan teknologi.

“Ini sudah di tindaklanjuti melaui program-program pameran yang dilakukan secara daring, disamping juga pameran terbatas di beberapa tempat dengan mengharuskan para ASN untuk berbelanja. Saya secara pribadi sering berkunjung langsung ke beberapa UMKM di Kota Denpasar untuk memberikan support dan masukan-masukan kepada para UMKM untuk meningkatkan pemasaran,” ungkapnya.

Wayan Gatra juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk tetap semangat dalam menjalankan usahanya dan selalu harus kreatif dan inovatif. “Seorang pengusaha harus kuat dan tahan banting dalam segala situasi yang di hadapi, dengan tetap berani melangkah kedepan, itulah kunci keberhasilan seorang pengusaha,” tegas Wayan Gatra. (sr-gs)

Bagikan Artikel
2 thoughts on “PPKM Terus Diperpanjang, Bagaimana Nasib UMKM Di Tengah Pandemi?”
  1. Selamat pandemi covid toko2 dimn saya menjual produk kerajinan sudah tutup hampir 2 tahun, dan sementara saya menjual hasil produk melalui online marketplace itupun kadang ada kadang tidak.

  2. IKM dan UKM berharap adanya fasilitas stand pameran gratis yg di adakan oleh dinas dgn mall mall yg ada di wilayah kota denpasar. Shg utk sewa stand di mall…kami ikm dan UKM mendapat gratis dgn kondisi seperti pandemi skrg ini. Kalaupun berbayar….mungkin dgn harga yg sangat murah. shg ada kerja sama antara dinas dgn pihak mall ….dan mall dgn pihak IKM /UKM. Semoga masukan ini bisa di tindak lanjuti oleh dinas yg terkait. sukseme🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *