Foto: Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gde Widiada menggelar rembug bersamaa Krama Peguyangan, Kota Denpasar.

Denpasar, SuaraRestorasi.com

Tokoh Denpasar yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gde Widiada terus hadir di tengah-tengah masyarakat, menyerap aspirasi Masyarakat Denpasar. Wakil rakyat yang akrab disapa Gung Widiada itu juga terus memberikan pemahaman dan Pendidikan politik kepada serta mengajak para tokoh masyarakat untuk terus menggaungkan pesan ikut menciptakan Pemilu 2024 yang aman, damai dan kondusif.

Pesan itu juga disampaikan Gung Widiada yang juga Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar itu saat menggelar rembug bersama tokoh, wargi (kerabat puri,red), dan berbagai elemen masyarakat di Kolam Pancing, Banjar Dualang, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu malam 5 November 2023. Rembug ini digelar untuk menyongsong kontestasi Pemilu 2024 mendatang agar tercipta Pemilu 2024 yang aman, damai dan kondusif.

Hadir dalam acara tersebut tokoh sekaligus inisiator rembug I Ketut Wiranata. Rembug diisi dengan dialog sekaligus juga doa bersama dan penyampaian support untuk Gung Widiada yang akan berlaga kembali di Pileg 2024 mendatang sebagai Caleg DPRD Kota Denpasar. Gung Widiada sendiri sudah duduk di DPRD Denpasar selama 6 periode atau hampir selama 30 tahun yakni empat periode dari Partai Golkar dan dua periode dari Partai NasDem.

Gung Widiada yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota DEnpapsar mengungkapkan dirinya menggelar rembug ini, karena ingin menjaga kondusifitas wewidangan (wilayah) Desa Adat Peguyangan di Denpasar Utara pada Pemilu 2024, agar berjalan dengan aman, damai dan kondusif. “Kita semua berkomitmen dan sepakat Pemilu 2024 nanti harus disambut dengan kegairahan dan kegembiraan, penuh sukacita. Tidak dengan ketegangan dan kesan seram karena ini adalah pesta demokrasi,” kata Gung Widiada yang juga Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Terkait dengan DCT (Daftar Calon Tetap) Anggota DPRD sudah ditetapkan KPU dan sebelumnya juga sudabh banyak aribut partai politik bertebaran, termasuk baliho parpol yang mengepung Denpasar dan wewidangan Peguyangan, Gung Widiada mengakui jalinan Komunikasi, simakrama, silaturahmi bersama warga dan tokoh masyarakat harus tetap dikedepankan dan diperkuat. Komunikasi yang dialogis dan diskusi hangat yang menghargai perbedaan dan keberagaman, tanpa ada gontok-gontokan harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses pesta demokrasi dan menjadi pendidikan politik yang mencerahkan.

“Baliho di Denpasar berwarna pelangi, namun simakrama atau jalinan kekerabatan antar kader partai, warga masyarakat, tidak terputus karena suasana politik yang mungkin sedikit menghangat. Biarkan yang hangat di tataran elit politik saja.  Kita sepakat dalam rembug ini meredam suasana yang mulai hangat itu,” beber Gung Widiada yang juga Ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPW Partai NasDem Provinsi Bali ini.

Gung Widiada yang pernah menduduki Wakil Ketua DPRD Denpasar ini menambahkan, Bali sebagai basis PDI Perjuangan diharapkan akan tetap memberikan ruang perbedaan dalam Pemilu 2024 dan warna pelangi politik di Bali diharapkan tetap mewarnai demokrasi di Pulau Dewata. Harapannya Bali lebih adem dalam kontestasi politik mendatang. Apalagi Bali sebagai daerah pariwisata yang sensitif dengan persoalan keamanan.

“Bali adalah basis PDIP dan ada Partai Golkar sebagai saudara tua Partai NasDem. Akan ada ruang perbedaan baik di Pileg maupun Pilpres 2024, namun jangan sampai hal ini membuka ruang saling gatik (saling sikut,red). Kita berharap semua dengan kepala dingin mengikuti kontestasi ini,” pungkas Gung Widiada yang juga tercatat pernah maju sebagai Calon Walikota Denpasar di Pilkada Denpasar 2005 ini sebagaimana dikutip dari Nusa Bali (sr)

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *